Setelah proses pembersihan awal menggunakan deterjen cair, penting untuk memastikan area tersebut benar-benar dibilas dengan kain lembap. Tujuannya agar tidak ada residu sabun yang tertinggal, karena sisa deterjen justru dapat membuat karpet menjadi lengket dan menarik debu lebih cepat.
1. Gunakan Air Cuka untuk Noda Berbau Menyengat
Jika noda berasal dari minuman manis seperti sirup atau kopi pekat, aromanya sering tertinggal. Campuran air cuka dan air hangat (perbandingan 1:3) dapat membantu menetralisir bau. Oleskan perlahan menggunakan kain microfiber, kemudian keringkan dengan vacuum blower atau dijemur sebentar.
2. Perhatikan Waktu Penanganan
Semakin cepat noda dibersihkan, semakin besar peluang karpet kembali seperti baru. Noda yang dibiarkan berjam-jam dapat meninggalkan bekas permanen pada serat karpet masjid.
3. Hindari Menggunakan Pemutih
Beberapa takmir mencoba memakai pemutih pakaian untuk membersihkan noda pekat. Cara ini sangat berisiko karena pemutih dapat merusak warna merah, hijau, atau motif khas sajadah masjid. Selalu gunakan cairan pembersih khusus karpet yang memang dirancang aman untuk bahan beludru atau nilon.
4. Gunakan Jasa Cleaning Profesional Jika Noda Terlalu Luas
Untuk noda besar yang melebar atau sudah mengering terlalu lama, Anda bisa mempertimbangkan layanan cuci karpet profesional. Banyak masjid besar memilih metode ekstraksi atau dry foam untuk membersihkan noda tanpa merusak lapisan dasar karpet.
Jika Anda membutuhkan rekomendasi sabun pembersih, vacuum berkualitas, atau ingin mengganti sebagian karpet yang rusak, Anda dapat mengunjungi gudangkarpet.com sebagai pusat perlengkapan karpet masjid terpercaya di Indonesia.
Dengan perawatan yang tepat dan penanganan noda sesegera mungkin, karpet masjid akan tetap bersih, wangi, dan nyaman digunakan untuk ibadah sehari-hari.




